Tauran Antara Fakultas di Makassar

Mahasiswa di dua fakultas di Universitas Negeri Makassar terlibat tawuran. Keributan
terjadi antara fakultas bahasa dan sastra dengan fakultas teknik.

Dan Sangat Luar biasa apa yang dilakukan oknum mahasiswa di Makassar. Di bulan puasa, mereka masih sempat tawuran. Rabu (9/9), pukul 06.00 waktu setempat, tawuran terjadi antara Fakultas Teknik dan Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makasar.

Berdasarkan pantauan saat kejadian, ratusan mahasiswa dari kedua kubu terlibat bentrok. Mereka menggunakan berbagai macam alat seperti batu, balok, tongkat, senjata tajam jenis parang serta senjata rakitan.

Kejadian saling serang itu baru berakhir sekitar pukul 07:30 Wita, setelah sekitar 200 personil kepolisian tiba di Kampus UNM Parang Tambung.

Kepala Kepolisian Resor Makassar Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi Mansyur mengatakan, pihaknya masih menyelidiki pemicu terjadinya tawuran dalam satu kampus itu.

"Kita masih akan memeriksa saksi dari pihak mahasiswa. Sehingga kami belum memiliki kesimpulan soal tawuran ini," kata AKBP Mansyur kepada wartawan yang ditemui dilokasi kejadian.

Mansyur juga membenarkan, terdapat dua mahasiswa yang mengalami lukas serius akibat tawuran itu. Mereka adalah Ulil Ami dan Usman. Ulil Amri menderita luka pada bagian perut kanan. Sedangkan Usman luka dibagian wajah.

Kedua korban diduga terkena peluru senjata rakitan. Kedua korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar. "Korban yang kami data keduanya berasal dari Fakultas Bahasa dan Sastra," tambah dia.

Sementara, informasi yang dihimpun dilapangan, bentrokan diduga terjadi karena ketersinggungan. Sebab pada saat menjelang sahur, salah satu baliho bergambar tengkorak milik Fakultas Teknik yang terpasang di depan pintu gerbang dibakar oleh orang yang tidak dikenal.

Berselang satu jam kemudian, ratusan mahasiswa Fakultas Teknik langsung menyerang Fakultas Bahasa dan Sastra. Menurut saksi dari pengamanan internal kampus, terjadi beberapa kali ledakan dari pihak Fakultas Teknik. Sedangkan puluhan mahasiswa dari Fakultas Bahasa dan Sastra, melawan serangan tersebut dengan lemparan batu.

Saat ini, sekitar 150 personil kepolisian dari Samapta Polda Sulselbar, Samapta Polwiltabes Kota Makassar serta Patroli Motor masih berjaga-jaga di kampus bekas IKIP itu.

Untuk info lebih jelas silahkan klik di sini

0 komentar:

Posting Komentar

About me

Photostream

Makassar Dini